Ini Manfaat Jamur Shitake yang belum Terungkap

Ini Manfaat Jamur Shitake yang belum Terungkap

Ini Manfaat Jamur Shitake yang belum Terungkap

Jamur shiitake (i dobel) biasa ditulis jamur shitake (i tunggal), disebut juga jamur hioko.  Jamur in salah satu jamur yang dapat dikonsumsi.  Jamur shitake merupakan jamur pangan asal Asia Timur.  Oleh karena itu, tak heran jika jamur ini banyak dibudidayakan di Tiongkok, Korea dan Jepang. 

Shiitake dalam bahasa Jepang secara harafiah berarti jamur dari pohon shii (Castanopsis cuspidata) karena batang pohonnya yang sudah lapuk merupakan tempat tumbuh jamur shiitake. 

Sedangkan shiitake dalam bahasa Tionghoa disebut xiānggū (“jamur harum”). Untuk yang berkualitas tinggi dengan payung yang lebih tebal disebut dōnggū (“jamur musim dingin”) atau huāgū (“jamur bunga”) karena pada bagian atas permukaan payung terdapat motif retak-retak seperti seperti bunga sedang mekar.

Di Indonesia, jamur shitake kadang-kadang dinamakan jamur jengkol, karena bentuk dan aromanya seperti jengkol. Namun bagi sebagian orang, rasa jamur ini seperti rasa petai.

Shiitake juga dikenal dengan nama Jamur hitam China, karena aslinya memang berasal dari daratan Tiongkok dan sudah dibudidayakan sejak 1.000 tahun yang lalu. Sejarah tertulis pertama tentang budidaya shiitake ditulis Wu Sang Kuang di zaman Dinasti Song (960-1127), walaupun jamur ini sudah dimakan orang di daratan Tiongkok sejak tahun 199 Masehi.

Di zaman Dinasti Ming (1368-1644), dokter bernama Wu Juei menulis bahwa jamur shiitake bukan hanya bisa digunakan sebagai makanan tetapi juga sebagai obat untuk penyakit saluran napas, melancarkan sirkulasi darah, meredakan gangguan hati, memulihkan kelelahan dan meningkatkan energi chi. Shiitake juga dipercaya dapat mencegah penuaan dini.

Biasanya, bagian jamur yang dikonsumsi atau digunakan dalam masakan adalah bagian payungnya.  Sedangkan bagian batang shitake agak keras dan umumnya tidak digunakan dalam masakan.

Jamur shiitake segar atau dalam bentuk kering sering digunakan dalam berbagai masakan di banyak negara. Sebagian orang lebih menyukai shiitake kering dibandingkan shiitake segar karena shiitake kering mempunyai aroma yang lebih harum (keras). Shiitake kering diproses dengan cara menjemur di bawah sinar matahari dan perlu direndam di dalam air sebelum dimasak. Kaldu dasar masakan Jepang yang disebut dashi didapat dari merendam shiitake kering di dalam air.

Di Jepang, shiitake merupakan isi sup miso, digoreng sebagai tempura, campuran chawanmushiudon dan berbagai jenis masakan lain. Shiitake juga digoreng hingga garing dan dijual sebagai keripik shiitake.

Sementaara di Rusia, jamur shiitake banyak dijual sebagai acar dalam kemasan botol.

Selain sebagai bahan makanan, jenis jamur ini juga digunakan sebagai bahan obat-obatan.  Jamur shitake umumnya dikenal memiliki efek antiviral dan antibakterial serta dapat memperbaiki inflamasi.

Jamur shitake pada umumnya memiliki ukuran 5-10 cm dengan berat sekitar empat gram per butir. Setiap 15 gram jamur shitake mengandung empat kalori yang berasal dari serat, gula,  satu gram protein.

Jamur shitake juga mengandung vitamin B2, B3, B5, B6, vitamin D, selenium, tembaga, mangan, zinc, dan folat. 

Dengan kandungan nutrisi penting dan sejumlah komponen senyawa, jamur shitake memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh manusia.

Berikut beberapa manfaat kesehatan dari konsumsi jamur shiitake:

  1. Memperkuat sistem imun tubuh –Karena jamur ini memiliki kandungan beberapa komponen seperti serat  dan beberapa senyawa seperti asam oksalat, lentinan, centinamycin (anti-bakteri) serta eritadenine (antivirus) yang terdapat dalam jamur. Karena kandungan yang cukup banyak untuk melawan kuman, para peneliti juga berpendapat bahwa obat yang berasal dari jamur shitake dapat menjadi alternatif penggunaan antibiotik.
  1. Menjaga kesehatan otak – Konsumsi jamur shitake dapat membantu keseimbangan hormon otak dan membantu otak dalam berkonsentrasi. Jamur shiitake memiliki kandungan vitamin B yang cukup tinggi sehingga cukup mengatasi gangguan kognitif akibat defisiensi vitamin B.
  2. Mencegah kanker – The American Cancer Society berpendapat lentinan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan efeknya akan lebih kuat apabila sel kanker tersebut masih dalam fase tumor. Lentinan merupakan salah satu kandungan jamur shiitake yag dikenal sebagai zat anti-inflamasi yang efektif dalam memperbaiki kerusakan tubuh.
  3. Menjaga kesehatan jantung – Jamur shiitake memiliki komponen khusus untuk membantu mengontrol kolesterol darah di antaranya eritadenine (mencegah pembentukan kolesterol berlebih), sterols (mencegah penyerapan kolesterol) dan beta-glucan (jenis serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol).
  4. Mencegah obesitas – Komponen jamur shiitake seperti eritadenin memiliki efek mengurangi lemak, disamping itu, komponen b-glucan juga dapat meningkatkan rasa kenyang dalam mengurangi penyepan lemak. Salah satu penelitian pada tikus obesitas menunjukan asupan serbuk jamur shiitake dapat mengurangi timbunan dan masa lemak pada tubuh tikus tersebut hingga 35%.
    (dari berbagai sumber)

Jamur Shitake ini bisa di beli di FreshGreen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat